Bukan Cinta Pertama

Words of 'Poetica'

by

Gladish Rindra

.

Dia bukan cinta pertama.

Cinta pertama mungkin adalah seorang handai dari kelas yang sama kala sekolah dasar, yang malu-malu menyelipkan surat cinta di antara jemari. Cinta pertama mungkin berupa kawan tambun bergaya hip-hop ketika sekolah menengah. Cinta pertama mungkin pria tanggung di seberang rumah, menjulang bak tiang bendera yang menyumpal senja dengan senda ringan di pelipir jalan raya.

Dia bukan cinta pertama.

Tapi dia adalah yang pertama, yang mengajarkanku bagaimana sesungguhnya cinta.

.

Dia duduk di sampingku, memainkan tablet miliknya, sementara aku tenggelam dalam lautan pemikiran. Kami menunggu dokter pembimbing tugas akhirku. Atau lebih tepatnya, dia menemaniku menunggu beliau yang terhormat kembali ke kantornya dari makan siang.

“Hey, kamu kenapa?” dia memecah keheningan.

Aku menatapnya bingung, “Hmm?”

“Kamu…” dia menunjukku, mengulang pertanyaannya, “Kenapa?” Hening yang menghujam memaksanya menerka seadanya. “Win lagi?”

Dia menyebutkan seseorang yang pernah kukenal. Aku tengulas senyum tipis, “Udah selesai kok masalahnya.”

“Terus?”…

View original post 847 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s