Kepergian

Words of 'Poetica'

by

Masya Ruhulessin

.

Yang paling kuingat dari dirimu adalah lekung indah di pipimu saat engkau tersenyum. Belasan tahun saling mengenal sepertinya tak pernah cukup untuk memaksa kita berujung pada sebuah keputusan yang bulat. Kita berjumpa saat masih anak-anak. Tak pernah kusangka nantinya akan ada sebuah perasaan yang muncul saat kita menginjak usia remaja. Akh, waktu itu kita selalu saja sering bertengkar tidak penting. Kalau mengingatnya aku merasa lucu sendiri. Bagaimana merahnya wajahmu saat menahan kejengkelan luar biasa terhadap tingkahku yang memang kadang menyebalkan. Mungkin tak pernah kau sadari aku berlaku seperti itu karena aku jatuh cinta padamu. Tak ada cara lain lagi. Semua orang mencintaimu. Salah satu cara untuk menarik perhatianmu adalah dengan berpura-pura membencimu. Aku menikmati semua itu, tahun-tahun pertengkaran kita, mengamati senyum mu diam-diam sampai perasaan sakit saat kau bergandengan mesra dengan wanita lain. Sungguh aku menikmatinya.

Setelah terpisahkan oleh jarak dan waktu yang panjang, kau datang…

View original post 242 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s