Karena Newsweek Berbahasa Inggris

Rubrik Bahasa

Majalah Tempo, 4 Nov 2012. Ardi Winangun, Ketua Forum Alumni Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa, Megawati Institute.

Satu per satu edisi cetak majalah di Amerika Serikat mulai beralih ke digital. Setelah The Christian Science Monitor dan US News & World Report, kini giliran majalah Newsweek. Majalah Newsweek tidak terbit dalam edisi cetak dan beralih ke bentuk digital karena perusahaan disebut telah merugi US$ 40 juta (Rp 400 miliar).

Kerugian ini diakibatkan terjadinya penurunan iklan dan pelanggan. Disebutkan bahwa pelanggan yang awalnya pernah mencapai 3,15 juta pada 2000 saat ini turun menjadi 1,5 juta. Meski demikian, agar Newsweek tetap eksis dan bisa melayani pembaca setia, pelanggan bisa mengakses di Newsweek global, tapi tetap harus membayar.

View original post 618 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s