Komedian?

Rubrik Bahasa

KOMPAS, 16 Mar 2012. Kurnia JR, Cerpenis

Sekarang ada sebutan yang lebih populer bagi seniman panggung pengocok perut: komedian. Istilah pelawak mulai ditinggalkan tanpa alasan jelas kecuali kecenderungan masyarakat yang mudah terkesima oleh kosakata keinggris-inggrisan. Ini gejala peyorasi dalam linguistik. Dalam hal ini, kata pelawak mengalami degradasi semantik.

Peminjaman atau penyerapan kosakata dari bahasa asing adalah situasi alamiah dan wajar dalam suatu bahasa. Yang celaka jika proses itu berakibat pembonsaian khazanah bahasa kita sendiri. Kosakata asing diserap seraya merendahkan derajat makna padanannya yang sudah ada dalam bahasa kita tanpa urgensi sama sekali.

View original post 315 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s