Keputusasaan dan Iman

Melampaui Psikologi : Psikologi Katolik

oleh : Felix Lengkong, Ph.D*

“Putus asa merupakan kejahatan besar terhadap Bapa yang Maharahim. Pengalaman menunjukkan bahwa kecenderungan seseorang untuk putus asa dapat membahayakan kesehatan jasmani dan mental dan tidak jarang menyebabkan seseorang menjerumuskan diri ke aneka kejahatan”

Dalam sebuah diskusi baru-baru ini seorang romo pembimbing para frater (calon pastur) di Manado berkata :”Putus asa kadang melekat dengan kehidupan kita dan kita terlibat di dalamnya”

“Secara tidak sengaja,” ia melanjutkan, “saya membuka tulisan tentang putus asa dalam Ensiklopedi Gereja.” Disitu tertulis, “Putus asa merupakan kejahatan besar terhadap Bapa yang Maharahim. Pengalaman menunjukkan bahwa kecenderungan seseorang untuk putus asa dapat membahayakan kesehatan jasmani dan mental dan tidak jarang menyebabkan seseorang menjerumuskan diri ke aneka kejahatan. Cukup banyak orang beriman merasa tidak dikasihani Allah, karena kurang beruntung dibandingkan orang lain. Maka, mereka menjauhi Allah. Sikap seperti ini berbahaya untuk iman.”

Antara Psikologi/Psikoterapi dan Teologi/Religiositas

View original post 1,248 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s