Kerendahan Hati : Pelajaran dari Bilbo Baggins

Melampaui Psikologi : Psikologi Katolik

Bilbo Baggins

Tanggal 14 Desember film The Hobbit mulai diputar di bioskop. The Hobbit awalnya merupakan sebuah novel yang ditulis oleh J.R.R Tolkien, seorang penulis novel yang juga menulis The Lord of The Rings, novel yang sangat katolik walaupun unsur kekatolikannya tidak akan bisa dilihat secara langsung.

Nah, kali ini saya akan membahas tentang tokoh utama The Hobbit, Bilbo Baggins, dan apa yang kita bisa pelajari darinya. Sebagai pengantar, akan saya buka refleksi kita dengan tulisan berkut :

 “We all, like Frodo, carry a Quest, a Task: our daily duties. They come to us, not from us. We are free only to accept or refuse our task- and, implicitly, our Taskmaster. None of us is a free creator or designer of his own life. “None of us lives to himself, and none of us dies to himself” (Rom 14:7). Either God, or fate, or meaningless chance has laid upon each of us…

View original post 2,076 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s